1.1 Kewiraswastaan, Wiraswwasta, Wiraswastawan
Kewiraswastaan (Enteroreneurship) Adalah Kemampuan dan kemauan seseorang untuk berisiko dengan menginvestasikan dan mempertaruhkan waktu, uang dan usaha, untuk memulai suatu perusahaan dan menjadikanya berhasil.
Selain memperoleh keuntungan, berwiraswasta juga tak terlepas dari kemungkinan rugi. Sisi keuntungan berwiraswasta adalah kemungkinan untuk mengatur tingkat keuntungan yang di harapkan, Melatih ketajaman berbisnis, meningkatkan sifat tanggung jawab pada dirinya sendiri, dan memiliki wewenang untuk memerintah dan mengelola karyawannya. Sedangkan sisi kerugiannya adalah tanggung jawab yang besar terhadap kelangsungan usaha, perlunya menjaga relasi yang baik terhadap pihak-pihak terkait dalam rangka mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan, menanggung beban akibat kerugian perusahaan, pencurahan waktu kerja, maupun bentuk pengorbanan lainnya dalam hal keluarga.
1,1,1 Wiraswastawan
Pengertian wiraswastawan menunjuk kepada pribadi tertentu yang secara kualitif lebibh dari kebanyakan manusia pada umumnya, yaitu pribadi yang memiliki kemampuan untuk :
- Berdiri di atas kekuasaan sendiri
- mengambil keputusan untuk diri sendiri
- Menetapkan tujuan atas dasar pertimbangannya sendiri
- Menggerakan perekonomian masyarakat untuk maju kedepan
- Mengambil resiko, dan lain-lain
Dalam kaitannya dengan kemajuan perusahaan, peranan wiraswastawan adalah :
- Memimpin usaha secara teknis maupun ekonomis dengan berbagai aspek fungsional
- mencari keuntungan bisnis
- Memperkenalkan hasil prduksi baru
- Memperkenalkan cara produksi yang lebih maju
- Membuka pasar
1.1.2 Unsur-Unsur Penting Wiraswasta
Dalam wiraswasta tercakup unsur penting yang satu sama lainnya saling berkaitan. unsur-unsur tersebut adalah :
- Unsur pengetahuan
Mencirikan tingkat penalaran yang dimiliki seseorang. pada umumnya unsur pengetahuan banyak ditentukan oleh tingkat pendidikan seseorang. semakin tinggi dan semakin luas pendidikan sesorang, semakin tinggi dan luas pula pengetahuannya.
- Unsur keterampilan
Pada umumnya diperoleh melalui latihan dan pengalaman kerja nyata. Wiraswastawan yang di lengkapi dengan keterampilan tinggi akan mempunyai peluang keberhasilan yang lebih tinggi.
- Unsur sikap mental
Menggambarkan reaksi dan mental seseorang ketika menghadapi suatu situasi.
- Unsur Kewaspadaan
Merupakan paduan unsur pengetahuan dan sikap mental dalam menghadapi keadaan yang akan datang. kewaspadaan berkaitan dengan pemikiran atau rencana tindakan untuk menghadapi sesuatu yang mungkin terjadi atau diduga akan terjadi suatu hari nanti.
1.2 Perusahaan kecil dalam lingkungan perusahaan
Perusahaan kecil memegang peranan penting dalam komunitas perusahaan swasta. pengalaman di beberapa negara maju menunjukan bahwa komunitas perusahaan kecil memberikan kontribusi yang perlu di perhitungkan di bidang produksi, pajak, penyedia lapangan pekerjaan, dan lain sebagainya.
1.2.1 Cara Memasuki Perusahaan
Secara umum ada tiga carra untuk memasuki perusahaan dan menjadikannya hak milik. ketiga cara tersebut adalah :
- Membeli perusahaan yang telah di bangun
Pada umumnya orang berkesan membeli perusahaan yang telah di bangun, bilamana atas dasar pengalaman dan fakta di rasakan bahwa lokasi perusahaan telah terjamin dan menguntungkan.
Dengan mengambil alih perusahaan yang telah di bangun, berarti telah tersedia modal, teknologi, tenaga kerja, dan bahkan pelanggan. Dalam hal ini pihak pengambil alih tidak perlu lagi menunggu modal dan perlatan untuk memulai operasi seperti halnya pada perusahaan yang baru di bangun.
- Memulai perusahaan baru
Pembuatan perusahaan baru memungkinkan pemilik untuk memilih lokasi, sleksi dalam rekrutmen tenaga kerja, pemilihan merek dagang, teknologi, jenis peralatan, dan sebagainya. Dengan cara ini, efisiensi operasionalnya baru dapat di capai setelah beberapa waktu mendatang. tetapi, dengan suntikan tenaga dan semangat baru, diharapkan hasil yang di capai akan lebih baik dan memuaskan
- Membeli hak lisensi (Franchising/waralaba)
Pembelian hak lisensi Dapat merupakan suatu keuntungan tersendiri karena adanya kerjasama antara si pembeli hak lisensi dengan pihak penjual hak lisensi. franchising merupakan suatu persatuan lisensi menurut hukum antara suatu pabrik (manufacturing) atau perusahaan yang menyelenggarakan, dengan penyalur (dealer) Untuk melaksanakan kegiatan..
Sistem waralaba sendiri dimulai dengan apa yang di sebut "Product finance", yang lebih merupakan usaha keagenan. Pada perkembangan selanjutnya, Waralaba Produk ini kemudian populer melalui "bussines format franchising" Seperti restoran KFC,MC.d,ESteller77, dan lain-lain.
1.3 Perkembangan franchising di indonesia
Dari waktu ke waktu terjadi peningkatan jumlah usaha waralaba dengan lisensi asing di indonesia, Karena usaha waralaba dengan lisensi asing telah lama di kenal dengan tingkat sukses mencapai 90% sehingga dinilai dapat memberikan manfaat-manfaat positif seperti, perolehan laba yang lebih besar daripada usaha dagang biasa, mempercepat alih teknologi, memperbesar peluang usaha, dan memperluas kesempatan kerja.
Bidang usaha atau jenis usaha yang dapat diwaralabakan akan mencakup bidang yang luas, baik barang maupun jasa. Bidang-bidang usaha atau jenis usaha yang potensial di kembangkan dengan sistem waralaba antara lain restoran, makanan siap saji, eceran, hotel, dan lain-lain.
1.3.1 Kiat-Kiat Memilih Usaha Waralaba (Franchising)
1. Produk yang di jual harus di sukai semua orang
misalnya, dalam bidang makanan, rasa harus disukai oleh semua orang
2. Merek dagang produk harus sudah di kenal, paling sedikit di 5-10 negara. merek tersebut biasanya sudah sering di publikasikan melalui media masa sehingga dapat langsung memasuki pasaran dan berkembang begitu outletnya dibuka.
3. Harus standar dalam segala aspek (Produk, manajmen, tata ruang dan lain-lain);
Perusahaan pemberi waralaba telah memiliki balai pendidikan dan fasilitas latihan.
1.3.2 Jenis-jenis usaha yang potensial di waralabakan
1. Produk dan jasa otomotif, Seperti : Pemasok otomotif, Spare part, ban, peralatan, jasa parkir, perawatan, dan lain-lain.
2. Bantuan jasa dan bisnis, Seperti : Jasa akuntan, Hukum, administrasi, komunikasi, fotografi, periklanan, dan lain-lain
3. Produk dan jasa konstruksi, Seperti : Perawatan dan perbaikan rumah, Jasa A.C, Renovasi kamar mandi, Dan lain-lain
4. Jasa pendidikan, Seperti : Bimbingan belajar, taman kanak-kanak, pelatihan keterampilan, manajment, dan lain-lain
5, Rekreasi dan hiburan, Seperti : hotel, kolam renang, permainan dalam ruang, permainan ruang terbuka, dan lain-lain.
6. Fastfood dan take away (Makanan siap saji), Seperti : ayamgoreng, warung kopi, bakmi, soto, sate, bakso, dan lain-lain
7. Stan makana/Food stalls, Seperti : Toko aneka makanan kecil, asinan, manisan, buah-buahan, dan lain-lain.
8. Perawatan kesehatan, medis dan kecantikan, Seperti : Jasa akupuntur, ambulan, salon kecantikan, dan lain-lain
9. Jasa Membersihkan karpet, misalnya : pemasangan goredn, kebersihan rumah, perawatan, dan lain-lain
10. Eceran/Retailing, seperti : pusat penjualan air, toko tas dan koper, baterai, pakaian pengantin, dan lain-lain
1.4 Ciri-ciri Perusahaan kecil
Secara umum perusahaan kecil mengacu pada ciri-ciri berikut :
- managment berdiri sendiri
- Investasi modal terbatas
- Daerah operasinya lokal
- Ukuran secara keseluruhan relatif kecil
1.4.1 Kekuatan dan kelemahan perusahaan kecil
fakta menunjukan, banyak wiraswastawan memulai aktivitasnya dalam bentuk perusahaan kecil sebelum akhirnya berkembang menjadi besar. berbagai bidang usaha memberikan kesempatan usaha, tingkat perolehan keuntungan, maupun tingkat resiko yang berbeda-beda.
1.4.2 Keuntungan perusahaan kecil
Keuntungan perusahaan kecil yaitu penyesuaian dengan kebutuhan setempat dapat berjalan lebih baik terutama karena dekatnya perusahaan dengan masyarakat setempat, keeratan hubungan dengan pelanggan, serta fleksibilitas penyesuaian volume usaha dalam kaitannya dengan tuntutan perubahan selera pelanggan.
1.4.3 Kelemahan perusahaan kecil
Perusahaan kecil lebih mudah terpengaruh oleh perubahan situasi, kondisi ekonomi, persaingan, dan lokasi yang buruk.
Dalam hal spesialisasi keahlian, pada umumnya pemilik perusahaan tidak memiliki keterampilan khusus untuk semua bidang mangment. seseorang pemilik tunggal cenderung memperlakukan bidang yang di Kuasainya secara berlebihan dan agak mengabaikan bidang-bidang yang kurang di sukainya.
1.4.4 Mengembangkan perusahaan kecil
Untuk mengembangkan perusahaan di perlukan pertimbangan yang matang terhadap tiga hal, yaitu :
- Profil pribadi
- Profil perusahaan
- Paket pinjaman.
Pertimbangan yang matang untuk mengembangkan perusahaan, memerlukan kejelian yang terkait erat dengan Kemampuan manajmen, Pemenuhan kebutuhan modal, pemilihan bentuk kepemilikan managment, pemenuhan kebutuhan modal, pemilihan bentuk kepemilikan perusahaan, dan strategi untuk memenangkan persaingan pasar.
1.4.5 Kegagalan perusahaan kecil
Banyak faktor yang dapat menjawab Penyebab kegagalan perusahaan kecil. Sebagian penyebab kegagalan telah di sebutkan seperti kurangnya pengalaman managment, kurangnya modal, kurangnya kemampuan dalam promosi penjualan, ketidak mampuan untuk menagih piutang, kurangnya perencanaan perusahaan, Permasalahan kecakapan pribadi, kesalahan pemilihan bidang usaha, dan lain-lain. Secara umum tanda-tanda kegagalan suatu perusahaan adalah sebagai berikut :
- Penjualan yang menurun pada beberapa periode pembukuan
- Perbandingan utang yang seemakin tinggi
- Biaya operasi yang semakin meningkat
- Pengurangan dalam modal kerja
- Penurunan dalam keuntungan
- Peningkatan kerugian
Bila tanda-tanda kegagalan tersebut mulai terlihat, perlu di pikirkan beberapa tindakan perbaikan berikut:
- Mengurangi biaya-biaya operasi
- Berusaha untuk meningkatkan penjualan melalui perbaikan metode pemasaran maupun iklan
- Peninjauan kemballi Kerugian-kerugian Kredit untuk menghindari resiko-resiko buruk
- Memeriksa ulang posisi persediaan untuk menentukan kecukupan persediaan
- Dan lain-lain
Kewiraswastaan (Enteroreneurship) Adalah Kemampuan dan kemauan seseorang untuk berisiko dengan menginvestasikan dan mempertaruhkan waktu, uang dan usaha, untuk memulai suatu perusahaan dan menjadikanya berhasil.
Selain memperoleh keuntungan, berwiraswasta juga tak terlepas dari kemungkinan rugi. Sisi keuntungan berwiraswasta adalah kemungkinan untuk mengatur tingkat keuntungan yang di harapkan, Melatih ketajaman berbisnis, meningkatkan sifat tanggung jawab pada dirinya sendiri, dan memiliki wewenang untuk memerintah dan mengelola karyawannya. Sedangkan sisi kerugiannya adalah tanggung jawab yang besar terhadap kelangsungan usaha, perlunya menjaga relasi yang baik terhadap pihak-pihak terkait dalam rangka mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan, menanggung beban akibat kerugian perusahaan, pencurahan waktu kerja, maupun bentuk pengorbanan lainnya dalam hal keluarga.
1,1,1 Wiraswastawan
Pengertian wiraswastawan menunjuk kepada pribadi tertentu yang secara kualitif lebibh dari kebanyakan manusia pada umumnya, yaitu pribadi yang memiliki kemampuan untuk :
- Berdiri di atas kekuasaan sendiri
- mengambil keputusan untuk diri sendiri
- Menetapkan tujuan atas dasar pertimbangannya sendiri
- Menggerakan perekonomian masyarakat untuk maju kedepan
- Mengambil resiko, dan lain-lain
Dalam kaitannya dengan kemajuan perusahaan, peranan wiraswastawan adalah :
- Memimpin usaha secara teknis maupun ekonomis dengan berbagai aspek fungsional
- mencari keuntungan bisnis
- Memperkenalkan hasil prduksi baru
- Memperkenalkan cara produksi yang lebih maju
- Membuka pasar
1.1.2 Unsur-Unsur Penting Wiraswasta
Dalam wiraswasta tercakup unsur penting yang satu sama lainnya saling berkaitan. unsur-unsur tersebut adalah :
- Unsur pengetahuan
Mencirikan tingkat penalaran yang dimiliki seseorang. pada umumnya unsur pengetahuan banyak ditentukan oleh tingkat pendidikan seseorang. semakin tinggi dan semakin luas pendidikan sesorang, semakin tinggi dan luas pula pengetahuannya.
- Unsur keterampilan
Pada umumnya diperoleh melalui latihan dan pengalaman kerja nyata. Wiraswastawan yang di lengkapi dengan keterampilan tinggi akan mempunyai peluang keberhasilan yang lebih tinggi.
- Unsur sikap mental
Menggambarkan reaksi dan mental seseorang ketika menghadapi suatu situasi.
- Unsur Kewaspadaan
Merupakan paduan unsur pengetahuan dan sikap mental dalam menghadapi keadaan yang akan datang. kewaspadaan berkaitan dengan pemikiran atau rencana tindakan untuk menghadapi sesuatu yang mungkin terjadi atau diduga akan terjadi suatu hari nanti.
1.2 Perusahaan kecil dalam lingkungan perusahaan
Perusahaan kecil memegang peranan penting dalam komunitas perusahaan swasta. pengalaman di beberapa negara maju menunjukan bahwa komunitas perusahaan kecil memberikan kontribusi yang perlu di perhitungkan di bidang produksi, pajak, penyedia lapangan pekerjaan, dan lain sebagainya.
1.2.1 Cara Memasuki Perusahaan
Secara umum ada tiga carra untuk memasuki perusahaan dan menjadikannya hak milik. ketiga cara tersebut adalah :
- Membeli perusahaan yang telah di bangun
Pada umumnya orang berkesan membeli perusahaan yang telah di bangun, bilamana atas dasar pengalaman dan fakta di rasakan bahwa lokasi perusahaan telah terjamin dan menguntungkan.
Dengan mengambil alih perusahaan yang telah di bangun, berarti telah tersedia modal, teknologi, tenaga kerja, dan bahkan pelanggan. Dalam hal ini pihak pengambil alih tidak perlu lagi menunggu modal dan perlatan untuk memulai operasi seperti halnya pada perusahaan yang baru di bangun.
- Memulai perusahaan baru
Pembuatan perusahaan baru memungkinkan pemilik untuk memilih lokasi, sleksi dalam rekrutmen tenaga kerja, pemilihan merek dagang, teknologi, jenis peralatan, dan sebagainya. Dengan cara ini, efisiensi operasionalnya baru dapat di capai setelah beberapa waktu mendatang. tetapi, dengan suntikan tenaga dan semangat baru, diharapkan hasil yang di capai akan lebih baik dan memuaskan
- Membeli hak lisensi (Franchising/waralaba)
Pembelian hak lisensi Dapat merupakan suatu keuntungan tersendiri karena adanya kerjasama antara si pembeli hak lisensi dengan pihak penjual hak lisensi. franchising merupakan suatu persatuan lisensi menurut hukum antara suatu pabrik (manufacturing) atau perusahaan yang menyelenggarakan, dengan penyalur (dealer) Untuk melaksanakan kegiatan..
Sistem waralaba sendiri dimulai dengan apa yang di sebut "Product finance", yang lebih merupakan usaha keagenan. Pada perkembangan selanjutnya, Waralaba Produk ini kemudian populer melalui "bussines format franchising" Seperti restoran KFC,MC.d,ESteller77, dan lain-lain.
1.3 Perkembangan franchising di indonesia
Dari waktu ke waktu terjadi peningkatan jumlah usaha waralaba dengan lisensi asing di indonesia, Karena usaha waralaba dengan lisensi asing telah lama di kenal dengan tingkat sukses mencapai 90% sehingga dinilai dapat memberikan manfaat-manfaat positif seperti, perolehan laba yang lebih besar daripada usaha dagang biasa, mempercepat alih teknologi, memperbesar peluang usaha, dan memperluas kesempatan kerja.
Bidang usaha atau jenis usaha yang dapat diwaralabakan akan mencakup bidang yang luas, baik barang maupun jasa. Bidang-bidang usaha atau jenis usaha yang potensial di kembangkan dengan sistem waralaba antara lain restoran, makanan siap saji, eceran, hotel, dan lain-lain.
1.3.1 Kiat-Kiat Memilih Usaha Waralaba (Franchising)
1. Produk yang di jual harus di sukai semua orang
misalnya, dalam bidang makanan, rasa harus disukai oleh semua orang
2. Merek dagang produk harus sudah di kenal, paling sedikit di 5-10 negara. merek tersebut biasanya sudah sering di publikasikan melalui media masa sehingga dapat langsung memasuki pasaran dan berkembang begitu outletnya dibuka.
3. Harus standar dalam segala aspek (Produk, manajmen, tata ruang dan lain-lain);
Perusahaan pemberi waralaba telah memiliki balai pendidikan dan fasilitas latihan.
1.3.2 Jenis-jenis usaha yang potensial di waralabakan
1. Produk dan jasa otomotif, Seperti : Pemasok otomotif, Spare part, ban, peralatan, jasa parkir, perawatan, dan lain-lain.
2. Bantuan jasa dan bisnis, Seperti : Jasa akuntan, Hukum, administrasi, komunikasi, fotografi, periklanan, dan lain-lain
3. Produk dan jasa konstruksi, Seperti : Perawatan dan perbaikan rumah, Jasa A.C, Renovasi kamar mandi, Dan lain-lain
4. Jasa pendidikan, Seperti : Bimbingan belajar, taman kanak-kanak, pelatihan keterampilan, manajment, dan lain-lain
5, Rekreasi dan hiburan, Seperti : hotel, kolam renang, permainan dalam ruang, permainan ruang terbuka, dan lain-lain.
6. Fastfood dan take away (Makanan siap saji), Seperti : ayamgoreng, warung kopi, bakmi, soto, sate, bakso, dan lain-lain
7. Stan makana/Food stalls, Seperti : Toko aneka makanan kecil, asinan, manisan, buah-buahan, dan lain-lain.
8. Perawatan kesehatan, medis dan kecantikan, Seperti : Jasa akupuntur, ambulan, salon kecantikan, dan lain-lain
9. Jasa Membersihkan karpet, misalnya : pemasangan goredn, kebersihan rumah, perawatan, dan lain-lain
10. Eceran/Retailing, seperti : pusat penjualan air, toko tas dan koper, baterai, pakaian pengantin, dan lain-lain
1.4 Ciri-ciri Perusahaan kecil
Secara umum perusahaan kecil mengacu pada ciri-ciri berikut :
- managment berdiri sendiri
- Investasi modal terbatas
- Daerah operasinya lokal
- Ukuran secara keseluruhan relatif kecil
1.4.1 Kekuatan dan kelemahan perusahaan kecil
fakta menunjukan, banyak wiraswastawan memulai aktivitasnya dalam bentuk perusahaan kecil sebelum akhirnya berkembang menjadi besar. berbagai bidang usaha memberikan kesempatan usaha, tingkat perolehan keuntungan, maupun tingkat resiko yang berbeda-beda.
1.4.2 Keuntungan perusahaan kecil
Keuntungan perusahaan kecil yaitu penyesuaian dengan kebutuhan setempat dapat berjalan lebih baik terutama karena dekatnya perusahaan dengan masyarakat setempat, keeratan hubungan dengan pelanggan, serta fleksibilitas penyesuaian volume usaha dalam kaitannya dengan tuntutan perubahan selera pelanggan.
1.4.3 Kelemahan perusahaan kecil
Perusahaan kecil lebih mudah terpengaruh oleh perubahan situasi, kondisi ekonomi, persaingan, dan lokasi yang buruk.
Dalam hal spesialisasi keahlian, pada umumnya pemilik perusahaan tidak memiliki keterampilan khusus untuk semua bidang mangment. seseorang pemilik tunggal cenderung memperlakukan bidang yang di Kuasainya secara berlebihan dan agak mengabaikan bidang-bidang yang kurang di sukainya.
1.4.4 Mengembangkan perusahaan kecil
Untuk mengembangkan perusahaan di perlukan pertimbangan yang matang terhadap tiga hal, yaitu :
- Profil pribadi
- Profil perusahaan
- Paket pinjaman.
Pertimbangan yang matang untuk mengembangkan perusahaan, memerlukan kejelian yang terkait erat dengan Kemampuan manajmen, Pemenuhan kebutuhan modal, pemilihan bentuk kepemilikan managment, pemenuhan kebutuhan modal, pemilihan bentuk kepemilikan perusahaan, dan strategi untuk memenangkan persaingan pasar.
1.4.5 Kegagalan perusahaan kecil
Banyak faktor yang dapat menjawab Penyebab kegagalan perusahaan kecil. Sebagian penyebab kegagalan telah di sebutkan seperti kurangnya pengalaman managment, kurangnya modal, kurangnya kemampuan dalam promosi penjualan, ketidak mampuan untuk menagih piutang, kurangnya perencanaan perusahaan, Permasalahan kecakapan pribadi, kesalahan pemilihan bidang usaha, dan lain-lain. Secara umum tanda-tanda kegagalan suatu perusahaan adalah sebagai berikut :
- Penjualan yang menurun pada beberapa periode pembukuan
- Perbandingan utang yang seemakin tinggi
- Biaya operasi yang semakin meningkat
- Pengurangan dalam modal kerja
- Penurunan dalam keuntungan
- Peningkatan kerugian
Bila tanda-tanda kegagalan tersebut mulai terlihat, perlu di pikirkan beberapa tindakan perbaikan berikut:
- Mengurangi biaya-biaya operasi
- Berusaha untuk meningkatkan penjualan melalui perbaikan metode pemasaran maupun iklan
- Peninjauan kemballi Kerugian-kerugian Kredit untuk menghindari resiko-resiko buruk
- Memeriksa ulang posisi persediaan untuk menentukan kecukupan persediaan
- Dan lain-lain
1.4 Perbedaan perusahaan kecil dengan Kewirausahaan
Secara sederhana perbedaan antara
perusahaan kecil dengan kewirausahaan adalah kewirausahaan adalah
berbentuk seorang pemimpin yang mampu memimpin anggotanyan untuk
mencapai tujuannya tersebut. Sedangkan perusahaan kecil berbentuk
organisasi atau kelompok kecil.
Contoh dari wirausaha adalah usaha dengan cara franchising atau usaha waralaba .
Sebelum
melakukan usaha dengan cara tersebut ada baiknya kita harus mengetahui
kiat – kiat memilih usaha dengan cara tersebut , berikut kiat-kiat dalam
memilih usaha franchising :
- Jangan minder saat berhadapan dengan staf bisnis waralaba. Biarpun mereka berhak menyeleksi Anda, sesungguhnya mereka juga membutuhkan Anda. Karena itu manfaatkan sesi-sesi wawancara dengan mereka untuk menggali habis kondisi usaha waralaba. Mereka boleh menggali informasi seputar kepribadian dan kondisi keuangan investor. Anda pun seharusnya bisa menggali berbagai informasi mendalam tentang perusahaan penyelenggara waralaba.
- Coba kenali latar belakang perusahaan atau sang pengusaha, bonafiditas, pengalaman, potensi pasar, peta persaingan, serta keunggulan dan keunikan produk atau sistem mereka. Dari serangan balik wawancara itu Anda bisa meraba sikap mereka. Cara dan sikap ketika menjawab pertanyaan bisa Anda jadikan tolok ukur kultur usaha mereka. Semakin mereka terbuka, semakin baik. Semakin mereka misterius dan tertutup, ya semakin buruk. Ingat, kelak Anda harus saling bertukar informasi dengan mereka. Bayangkan dan perkirakan apakah Anda bisa berkomunikasi secara nyaman dengan mereka kelak?
- Jangan segan menyelidiki kondisi keuangan pewaralaba. Kinerja mereka di masa lalu bisa menjadi pantulan prospek usaha Anda di masa depan. Pewaralaba yang baik tak akan segan membagi informasi penting ini. Waralaba yang layak pilih adalah perusahaan yang telah menghasilkan untung selama bertahun-tahun, setidaknya lebih dari 3 tahun. Tanyakan pula kinerja cabang atau gerai milik terwaralaba lama. Apakah mereka untung atau malah gulung tikar. Kalau tutup sebabnya apa, begitu pula kalau sukses resepnya apa. Tak ada salahnya kalau Anda mencoba menggali informasi langsung dari terwaralaba lama yang lebih dulu beroperasi.
- Pilihlah brand waralaba yang sudah dikenal masyarakat. Sebagian brand waralaba luar negeri tak dikenal di sini. Tapi, kalau nama mereka cukup terkenal secara Internasional, layaklah untuk dipertimbangkan. Jadi jangan segan menyelidiki reputasi mereka lewat internet atau kenalan di luar negeri.
- Bisnis waralaba bukanlah deposito atau obligasi pemerintah yang berbunga tetap. Karena itu, jangan pertaruhkan seluruh kekayaan Anda pada bisnis yang ingin Anda masuki. Sehebat apa pun waralaba yang hendak Anda ikuti, resiko bisnis tetap ada. Soalnya, ada banyak faktor ekonomi yang tidak berada dalam kendali perusahaan atau pelaku ekonomi mana pun, sehebat apa pun sistem dan keunggulan mereka.
- Pelajari dan cermati draf kontrak sebaik-baiknya. Jangan terburu-buru menganggukkan kepala dan berjabat tangan tanda sepakat. Ingat, semua kewajiban dan hak Anda tercatat dalam dokumen kontrak. Jadi, jangan sampai kontrak itu nantinya hanya merugikan Anda.